NIM : 2110951004

.

Cover

Ini merupakan cover blog mata kuliah elektronika

Spesifikasi Unit Op-Amp

Klik gambar slide untuk melihat pembahasan materi spesifikasi unit op-amp

Aplikasi Comparator Inverting dengan Vref=0

Slide ini merupakan halaman pembahasan rangkaian pengaplikasian dan penjelasan dari materi comparator inverting dengan Vref=0

Aplikasi Triangle Generator

Slide ini merupakan halaman pembahasan pengaplikasian dan penjelasan dari materi triangle generator

Aplikasi Filter BPF

Slide ini merupakan halaman pembahasan pengaplikasian dan penjelasan dari materi filter BPF

Senin, 22 Mei 2023

Laporan Akhir 1




1. Jurnal
[Kembali]

Gambar 1. Percobaan 1 

Gambar 2. Percobaan 1

2. Alat dan Bahan [Kembali]

    Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan 1 ini adalah modul D'lorenzo dan jumper
Gambar 3. Modul D'lorenzo
  1. Panel DL 2203C 
  2. Panel DL 2203D 
  3. Panel DL 2203S
Gambar 4. Jumper
      4.  Jumper

3. Rangkaian Simulasi [Kembali]


Gambar 5. rangkaian percobaan 1.1 pada modul D'lorenzo

Gambar 6. Rangkaian percobaan 1.2 pada modul D'lorenzo

    Percobaan 1.1 merupakan rangkaian untuk gerbang logika dasar dengan inputan B1 dan B0, dan percobaan 1.2 adalah pengaruh inputan clock pada setiap gerbang logika dasar.
    
4. Prinsip Kerja Rangkaian [Kembali]

Percobaan 1.1

Pada percobaan 1.1 yaitu menganalisis output gerbang logika dasar dengan input B1 dan B0 menggunakan gerbang logika NOT (H1), AND (H2), OR (H3), XOR (H4), NAND (H5), NOR (H6), dan XNOR (H7).

  • Gerbang NOT (H1)

Gerbang not menggunakan prinsip kebalikan (invers), yaitu output merupakan hasil dari kebalikan input. Jadi ketika B1 = 1 maka output yang dihasilkan gerbang NOT, yaitu H1 = 0. Ketika B1 = 0  maka outputnya adalah H1 =1.

  • ·     Gerbang AND (H2)

Gerbang AND menggunakan prinsip perkalian input untuk menghasilkan output. Ketika salah satu input bernilai 0, maka output yang dihasilkan pada H2 adalah 0. Oleh karena itu, output gerbang AND akan bernilai satu ketika semua inputnya bernilai 1 juga. Misalnya :

B1 = 0 dan B0 = 1, maka H2 = 0

B1 = 1 dan B0 = 1, maka H2 = 1

  • ·     Gerbang OR (H3)

Gerbang OR menghasilkan output dari penjumlahan input, artinya ketika salah satu atau semua input bernilai 1 maka output yang dihasilkan H3 = 1. Misalnya,

B1 = 0 dan B0 = 0, maka H3 = 0

B1 = 0 dan B0 = 1, maka H3 = 1

  • ·     Gerbang XOR (H4)

Prinsip gerbang XOR adalah menghasilkan output 1 ketika input berjumlah ganjil dan bernilai 0 ketika input berjumlah genap. Misalnya,

B1 = 1 dan B0 = 1, maka H4 = 0

B1 = 1 dan B0 = 0, maka H4 = 0

  • ·     Gerbang NAND (H5)

Gerbang NAND, menghasilkan output dari perkalian input kemudian dibalikkan (diinverskan). Mudahnya, gerbang NAND adalah kebalikan dari gerbang AND. Misalnya,

B1 = 1 dan B0 = 1, maka H5 = 0

B1 = 1 dan B0 = 0, maka H5 = 1

B1 = 0 dan B0  = 0, maka H5 = 1

  • ·     Gerbang NOR (H6)

Prinsip dari gerbang NOR merupakan kebalikan dari gerbang OR, artinya outputnya diperoleh dari penjumlahan input yang diinverskan. Misalnya,

B1 = 0 dan B1 = 0, maka H6 = 1

B1 = 1 dan B0 = 0, maka H6 = 0

B1 = 1 dan B0 = 1, maka H6 = 0

  • ·     Gerbang XNOR (H7)

Prinsip gerbang XNOR merupakan kebalikan dari gerbang XOR, artinya outputnya bernilai 1 ketika penjumlahan input bernilai genap. Misalnya,

B1 = 0 dan B0 = 0, maka H7 = 1

B1 = 1 dan B0 = 1, maka H7 = 1

Percobaan 1.2

Pada percobaan 1.2, jumper B1 dihubungkan ke komponen H, dan yang dijadikan sebagai input adalah B0. Jadi ketika akan dilakukan pengamatan terhadap komponen H dan pengaruhnya pada output masing masing gerbang logika, seperti yang dapat dilihan pada jurnal dan analisa percobaan 1.


5. Video Rangkaian [Kembali]

Video 1. Percobaan 1.1 gerbang logika dasar dengan input B1 dan B0

Video 1. Percobaan 1.2 pengaruh clock terhadap setiap gerbang logika dasar

6. Analisa [Kembali]


7. Link Download [Kembali]
Video Penjelasan 
Share:

TP 2 - Percobaan 3 Kondisi 11




1. Kondisi
[Kembali]

Percobaan 3 kondisi 11
Buatlah rangkaian multivibrator monostabil sesuai dengan gambar pada percobaan dengan kapasitor sebesar 960 uF dan resistor sebesar 1 kΩ

2. Gambar Rangkaian Simulasi [Kembali]

Gambar rangkaian percobaan 3 kondisi 11

3. Video Simulasi [Kembali]




4. Prinsip Kerja [Kembali]

Pada kondisi awal (mati), output dari gerbang NAND kedua (U2) yang menjadi feedback dan terhubung ke kaki input gerbang NAND (U1) adalah bernilai 0 dan ketika saklar dihubungkan ke power (bernilai 1). Sehingga, output dari gerbang NAND (U1) akan bernilai 1, dan kemudian masuk ke dalam kapasitor.

Pada kapasitor di sisi sebelah kiri akan terjadi peningkatan nilai dari 0 ke 1, dan sisi kapasitor sebelah kanan terjadi penurunan dari 1 ke 0. Sehingga, nilai input yang masuk ke gerbang NAND (U2) akan bernilai 0 dan menghasilkan output 1 pada gerbang NAND (U2).

Output gerbang NAND (U2) yang bernilai 1 akan menjadi feedback, dan selanjutnya menjadi input pada kaki pertama gerbang NAND (U1). Ketika kedua gerbang NAND (U1) diberi input 1 dengan menghidupkan saklar, maka output dari gerbang NAND (U1) akan bernilai 0.

Selanjutnya nilai 0 tersebut akan masuk ke bagian sisi kiri dari kapasitor, sehingga kapasitor akan mengalami penurunan dari 1 ke 0, dan sisi kapasitor sebelah kanan akan terjadi peningkatan dari 0 ke 1. Sehingga nilai input yang masuk ke gerbang NAND (U2) akan bernilai 1 dan menghasilkan output dengan nilai 0 pada gerbang NAND (U2) dalam waktu sesaat. Cara kerja ini terjadi secara berulang seperti dimulai pada saat kondisi awal (mati). Pada saat kondisi inilah lampu LED akan mengedip, yang disebut juga kondisi kuasi stabil.

Semakin besar ukuran kapasitor dan resistor, maka akan semakin lama durasi kedip lampu LED tersebut.

5. Link Download [Kembali]
File Rangkaian
Share:

TP 1 - Percobaan 1 Kondisi 9




1. Kondisi
[Kembali]

Percobaan 1 kondisi 9
Buatlah sebuah rangkaian lengkap yang memuat 3 gerbang NAND dengan 3 input dan 4 input, kemudian gerbang NOR dengan 2 dan 4 input,kemudian 2 gerbang XOR dan 1 gerbang XNOR. Dan output akhir rangkaian keseluruhannya ditunjukkan dengan LED atau LOGIC PROBE. Dimana input awal berupa 3 saklar SPDT.

2. Gambar Rangkaian Simulasi [Kembali]

Gambar (a) simulasi rangkaian True

Gambar (b) simulasi rangkaian False

3. Video Simulasi [Kembali]



4. Prinsip Kerja [Kembali]
Pada rangkaian terdapat 3 buah saklar SPDT yang terhubung dengan tiga buah gerbang logika NAND dengan 3, 3, dan 4 input. Kemudian terdapat dua gerbang NOR dengan 2 dan 4 input. Dua buah gerbang XOR dengan 2 input masing-masing nya. Sebuah gerbang NXOR dengan 2 input, serta sebuah logic probe yang menandakan hasil output dari rangkaian logika tersebut.

  • Kondisi True (Gambar a)

Seperti yang kita ketahui bahwa gerbang NAND merupakan invers dari gerbang AND, artinya logika (output) dari gerbang NAND akan bernilai 1 ketika salah satu input nya bernilai 1 atau semua input nya bernilai 0. Gerbang NOR outputnya akan bernilai 1 ketika semua inputnya bernilai 0.  Gerbang XOR outputnya akan bernilai 1 ketika penjumlahan inputnya bernilai ganjil.

Maka ketika saklar 1, saklar 2, dan saklar 3 diaktifkan sehingga logika dari saklar bernilai 1. Kemudian setiap gerbang dari logika NAND akan menerima input-an 1, maka output dari ketiga gerbang NAND akan bernilai 0. Selanjutnya output dari gerbang NAND akan menjadi input ke gerbang NOR selanjutnya.

Untuk gerbang NOR 2 input (U4), menerima inputan 0 dari output yang dihasilkan gerbang NAND ke-1 (U1) dan gerbang NAND ke-2(U2). Sehingga output dari gerbang NOR tersebut (U4) akan bernilai 1. Kemudian, untuk gerbang NOR selanjutnya (U5) yang terdiri dari 4 kaki input, akan menerima inputan bernilai 0 dari ketiga output gerbang NAND yang dihasilkan sebelumnya, dan satu input bernilai 1 yang diperoleh dari saklar 2 (SW2). Sehingga output dari gerbang NOR 4 input (U5) akan akan bernilai 0.

Selanjutnya output dari gerbang NOR (U4) yang bernilai 1 akan menjadi input dikaki pertama bagi gerbang XOR (U6) dan gerbang XOR (U7). Output dari gerbang NOR (U5) yang bernilai 0 akan menjadi input dikaki kedua pada gerbang XOR (U6), dan output dari gerbang NAND (U1) yang bernilai 0 akan menjadi input dikaki kedua gerbang XOR (U7). Hal ini mengakibatkan output dari gerbang XOR (U6) dan gerbang XOR (U7) akan bernilai 1.

Kemudian, output dari masing-masing gerbang XOR yang bernilai 1 akan menjadi input dikaki gerbang NXOR. Sehingga, output dari kaki NXOR bernilai 1, hal ini ditandai dengan logicprobe yang bernilai 1 juga.

  • Kondisi False (Gambar b)

Kondisi false terjadi ketika salah satu atau lebih dari saklar bernilai 0, sehingga setiap gerbang NAND tersebut menerima inputan 0 di salah satu atau semua kaki inputnya. Karena, setiap gerbang NAND terhubung ke masing-masing saklar.

Sesuai dengan prinsip kerja dari NAND, output dari gerbang NAND akan bernilai 1 ketika salah satu/semua inputnya bernilai 0. Kemudian, output gerbang NAND yang bernilai 1 akan menjadi input pada gerbang NOR. Sesuai dengan tabel kebenaran gerbang NOR, output nya akan bernilai 1 ketika semua input nya bernilai 0. Artinya, meskipun salah satu input gerbang NOR bernilai 1 output nya akan tetap bernilai 0.

Selanjutnya, output gerbang NOR yang bernilai 0 akan masuk ke masing-masing kaki pada gerbang XOR. Kecuali, kaki input kedua gerbang XOR (U7) yang menerima input dari hasil output gerbang NAND (U1) yang bernilai 1.

Karena, gerbang XOR (U6) yang menerima input 0 menghasilkan output yang 0. Dan gerbang XOR (U7) yang salah satu inputnya bernilai 1, menghasilkan output 1. Masing-masing output dari gerbang XOR tersebut menjadi input pada gerbang NXOR, yaitu salah satu kaki inputnya bernilai 1 dan menyebabkan output dari gerbang NXOR bernilai 0.

5. Link Download [Kembali]
File Rangkaian
Share:

Modul 1 Sistem Digital




Modul I
Gerbang Logika Dasar, Monostable Multivibrator


1. Tujuan
[Kembali]

  1. Merangkai dan menguji operasi dari gerbang logika dasar
  2. Merangkai dan menguji gerbang logika dasar, Aljabar Boelean, dan PetaKarnaugh
  3. Merangkai dan menguji Multivibrator
2. Alat dan Bahan [Kembali]


  1.  Panel DL 2203C 
  2.  Panel DL 2203D 
  3.  Panel DL 2203S
 4. Jumper


3. Dasar Teori [Kembali]


Gerbang Logika Dasar 
1. Gerbang AND
Gambar 1.1 (a) Rangkaian dasar gerbang AND (b) Simbol gerbang AND 
Tabel 1.1 Tabel Kebenaran Logika AND
Bisa dilihat diatas bahwa keluaran akan bernilai 1 jika semua nilai input adalah 1, dan jika salah satu atau lebih input ada yang bernilai nol maka output akan bernilai nol.

2. Gerbang OR


Gambar 1.2 (a) Rangkaian dasar gerbang OR (b) Simbol gerbang OR 
Tabel 1.2 Tabel Kebenaran Logika OR
Bila dilihat dari rangkaian dasarnya maka didapat tabel kebenaran seperti di atas. Pada gerbang logika OR ini bisa dikatakan bahwa jika salah satu atau lebih input bernilai 1 maka output akan bernilai 1 . Nilai output bernilai 0 hanya pada jika nilai semua input bernilai 0. 

3. Inverter ( Gerbang NOT )






Gambar 1.3 (a) Rangkaian dasar gerbang NOT (b) Simbol gerbang NOT Tabel 
1.3 Tabel Kebenaran Logika NOT

Gerbang NOT merupakan gerbang di mana keluarannya akan selalu berlawanan dengan masukannya. Bila pada masukan diberikan tegangan ,maka transistor akan jenuh dan keluaran akan bertegangan nol. Sedangkan bila pada masukannya diberi tegangan tertentu, maka transistor akan cut off, sehingga keluaran akan bertegangan tidak nol. 

 4. Gerbang NOR

(a)

(b)

Gambar 1.4 (a) Rangkaian dasar gerbang NOR (b) Simbol gerbang NOR 
Tabel 1.4 Tabel Kebenaran Logika NOR

Gerbang NOR adalah gerbang OR yang disambung ke inverter. Jadi nilai keluarannya merupakan kebalikan dari gerbang OR. 

5. Gerbang NAND


Gambar 1.5 (a) Rangkaian dasar gerbang NAND (b) Simbol gerbang NAND 

Tabel 1.5 Tabel Kebenaran Logika NAND
Gerbang NAND adalah gerbang AND yang keluarannya disambungkan ke inverter. Dan nilai dari tabel kebenarannya merupakan kebalikan dari tabel kebenaran dari gerbang AND. 

6. Gerbang Exlusive OR (X-OR)

Gambar 1.6 (a) Rangkaian dasar gerbang X-OR (b) Simbol gerbang X-OR

Tabel 1.6 Tabel Kebenaran Logika X-OR
X-OR merupakan gerbang OR yang bersifat exlusif, di mana keluarannya akan nol jika masukannya bernilai sama, dan jika salah satu masukannya berbeda maka keluarannya akan bernilai 1.
Multivibrator
Multivibrator termasuk kedalam rangkaian generatif, artinya suatu rangkaian yang satu atau lebih titik keluarannya dengan sengaja dihubungkan kembali kemasukan untuk memberikan umpan balik.

Multivibrator adalah rangkaian sekuensial atau rangkaian aktif. Rangkaian ini dirancang untuk mempunyai karakteristik jika salah satu rangkaian aktif bersifat menghantar, maka rangkaian aktif yang lain bersifat cut-off atau terpancung. Multivibrator berfungsi untuk menyimpan bilangan biner, mencacah pulsa, menahan atau mengingat pulsa trigger, menyerempakkan operasi aritmatika, dan fungsi lain yang ada dalam sistem digital. Keluarga multivibrator yang akan dibahas adalah rangkaian astabil, rangkaian bistabil dan rangkaian monostabil.

1. Multivibrator Astabil
Multivibrator astabil adalah multivibrator yang tidak mempunyai keadaan stabil. Multivibrator akan berada pada salah satu keadaan selama sesaat dan kemudian berpindah ke keadaan lain selama sesaat pula. Keluaran berosilasi di antara dua keadaan tinggi dan rendah ditentukan oleh parameter rangkaian dan tidak memerlukan pulsa masukan.Oleh karena itulah multivibrator astabil disebut juga multivibator bebas bergerak atau free running multivbrator.Multivibrator ini biasa digunakan sebagai pembangkit pula(clock). Multivibrator astabil juga dapat dibangun menggunakan transistor IC pewaktuan dan resistor.




2. Multivibrator Monostabil

Multivibrator ini hanya mempunyai satu keadaan stabil. Kuasi stabil terjadi bila keadaan stabil dipicu ke keadaan lain. Waktu perubahan dari keadaan stabil dipicu ke keadaan lain. Waktu perubahan dari keadaan tidak stabil ke keadaan stabil (kuasi stabil) ditentukan oleh rangkaian RC.Monostabil juga disebut  ultivibrator satu bidikan (one shot multivibrator).


3.Multivibrator Bistabil
Rangkaian mulvibrator bistabil adalah rangkaian multivibrator yang mempunyai dua keadaan stabil yaitu stabil tinggi atau keadaan logika tinggi dan stabil rendah atau stabil rendah atau keadaan logika rendah. Keluaran bistabil akan berubah dari keadaan tinggi ke keadaan rendah atau sebaliknya jika rangkaian tersebut diberi suatu masukan atau di-triger. Rangkaian bistabil disebut juga flipflop.Ada beberapa macam flip-flop yaitu  S, D, Togle, JK, dan JK master save flipflop.

Share:

Blogger news

Blogger templates